Wenny Lumentut: Perencanaan Pembangunan Harus Berkelanjutan

  • Whatsapp
wenny-lumentut (1)
Wenny Lumentut.

KOMUNIKASULUT.COM – Bapelitbangda Kota Tomohon melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kota Tomohon dalam rangka Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022. Rabu (31/3/2021).

Bertempat di Anugeraha Hall, kegiatan ini bartajuk : Pemulihan Ekonomi Melalui Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Daya Saing Daerah, Ketahanan Pangan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup. “Kegiatan ini merupakan landasan perumusan RAPBD tahun 2022, seperti yang tertuang UU no 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” buka Wenny Lumentut saat membawakan sambutan.

Menurutnya, sistem perencanaan pembangunan daerah berupa kegiatan program untuk menuju sasaran pembangunan yang diharapkan seluruh stackholder di Kota Tomohon.

“Antara lain kesejataraan masyarakat, layanan umum yang prima dan kemampuan daya saing daerah,” lanjut Wawali.

“RKPD disusun dengan tujuan untuk menjalin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan,” ujarnya lagi.

Wenny mengatakan faktor-faktor yang penting dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah meliputi ketersediaan jalan, isu strategis daerah dan potensi daerah, isu strategis nasional, isu global, kemampuan kepala daerah, dan lewat dukungan regulasi.

Wenny juga mengatakan dalam penyusunan RKPD harus mengedepankan prinsip-prinsip sebagai berikut. “Yaitu prinsip Partisipatif yaitu masyarakat harus turut serta dalam proses,” katanya.

Selanjutnya yaitu prinsip sustainable (berkesinambungan) artinya perencanaan tidak terdiri dari atas satu atap, akan tetapi harus berlanjut atau berkesinambungan. Sehingga menjamin adanya kemajuan secara terus menerus dalam rangka adanya kesejahteraan masyarakat.

“Prinsip sustainable ini juga diartikan perlu adanya evaluasi dan pengawasan. Sehingga dalam pelaksanaanya dapat dikoreksi dan perbaikan. Dan jangan sampai kemunduran,” tutur Papaani sapaan akrab Wenny.

Selanjutnya prinsip Holistik sesuai dengan artinya menyeluruh, prinsip ini menunjuk bahwa masalah dalam pelaksanaan tidak hanya dilihat dari satu sisi atau unsur.

“Tetapi harus dilihat dari seluruh aspek. Dalam konsep tersebut juga harus mengandung unsur yang dapat berkembang serta terbuka dan demokratis,” bebernya

Terakhir dirinya mengatakan pemkot akan selalu bersinergi dengan semua pihak. “Kita akan selalu bersinergi dengan semua pihak untuk menjaga brand Kota Tomohon sebagi Kota Pendidikan, Kota Pariwisata dan Kota Religius,” tandasnya.

Turut hadir dalam musrembang ini Pejabat Sekretaris Daerah, Forkopimda Kota Tomohon, Tokoh Masyarakat, Pers beserta para undangan.

Peliput: Yaya Piri

Pos terkait