Walikota Manado Terus Bekerja Selesaikan Masalah Sampah di Hari Libur

  • Whatsapp
Andrei Angouw selfie di puncak sampah TPA Sumompo. (Ist)

KOMUNIKASULUT.COM – Walikota Manado, Andrei Angouw tidak menggunakan masa libur keagamaan untuk bersantai. Ia terus bekerja untuk menyelesaikan masalah di Kota Manado. Salah satunya soal sampah.

Andrei mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo di Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget, Jumat (14/5/2021). Kunjungan itu dalam rangka memantau aktivitas alat berat (ekskavator/mesin pengeruk), yang ia tambahkan ke lokasi beberapa waktu lalu.

“Unit ekskavator ini untuk mempercepat proses pembongkaran dan pengadukan sampah. Proses pengadukan cepat akan mengurangi antrian truk, sehingga kedepan tidak ada lagi tumpukan-tumpukan sampah di kecamatan dan kelurahan,” jelasnya.

Pemerintah Kota Manado akan terus mengoptimalkan fungsi TPA Sumompo, sambil menunggu beroperasinya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ilo-Ilo di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.

“Pengelolaan sampah yang baik, secara normatif harus dilakukan semua kepala daerah. Ini sambil kita menunggu TPA regional moderen di Ilo-Ilo,” tandas Walikota Manado.

Andrei tidak sendiri dalam kunjungan tersebut. Ia ditemani Ketua Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado, Ronny Makawata, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Manado, Franky Porawouw.

“Waktu libur ini tidak disia-siakan Walikota Manado, Pak Andrei Angouw. Setelah beberapa hari lalu melakukan kunjungan pertamanya sebagai walikota, hari ini beliau datang untuk melihat perkembangan kondisi dari TPA Sumompo pasca Lebaran. Karena kita tahu bersama, selesai Lebaran sampah yang dihasilkan warga sangat banyak,” ucap Ronny.

“Sesuai instruksi pak walikota, beberapa waktu lalu telah ditambahkan alat berat atau eksavator. Saat ini memang sudah ketambahan alat berat. Saat meninjau lokasi TPA dan memantau kinerja alat berat, pak walikota memanjat tumpukan sampah yang telah menggunung sampai puncak. Itu sangat berbahaya, karena bisa saja paku dan beling menembus sepatunya. Namun dengan semangatnya, beliau tetap melakukan itu,” tambahnya.

Penambahan alat berat ditujukan untuk mencegah terjadinya longsoran sampah yang sudah membukit. Ini yang diantisipasi Walikota Manado.

“Pak walikota telah menyampaikan kepada DLH Manado dan para pekerja di TPA, juga kami di Komisi III DPRD Manado yang bermitra, agar jangan sampai tumpukan sampah itu longsor. Jadi harus dikeruk terus, jangan sampai menggunung. Itu akan sangat berbahaya bagi pekerja dan masyarakat sekitar,” tandas Ronny. (**)

Pos terkait