Pemkot Manado Targetkan Tikala Kumaraka Bebas Banjir

  • Whatsapp
andrei angouw
Andrei Angouw.

KOMUNIKASULUT.COM – Walikota dan Wakil Walikota Mando, Andrei Angouw dan Richard Sualang konsisten merealisasikan program kerjanya di masyarakat. Salah satunya soal penanganan banjir.

Yang menjadi sasaran AARS kali ini adalah Kelurahan Tikala Kumaraka, Kecamatan Tikala. Sebab, areal tersebut sudah menjadi langganan banjir sekian tahun lamanya. Apalagi daerah itu merupakan pusat pemerintahan Kota Manado.

Jika cuaca ekstrim melanda, seringkali air yang menggenang bisa hampir menyentuh lutut orang dewasa. Ini menjadi perhatian Andrei dan Richard, saat menghadiri ibadah hari ulang tahun GMIM Kolam Bethesda ke-18, Selasa (25/5/2021).

“Jadi target pertama kami di daerah ini, yakni membuat areal pompa bensin disitu (Tikala Kumaraka, red) tidak banjir lagi. Proses membenahinya dengan cara menata saluran-saluran lama dengan saluran-saluran baru,” ucap Walikota Manado dalam sambutannya.

“Di areal pompa bensin itu kan menjadi tempat terkumpulnya saluran dari daerah lain. Jadi rencananya ada beberapa jalur yang akan dipotong, supaya tidak terbuang disini. Untuk itu, saat kami melakukan pelebaran selokan dan sebagainya, mohon kami jangan dibangke-bangke dulu ya. Kita berusaha melakukannya secepat mungkin, supaya tidak ada masyarakat yang terganggu,” jelas Andrei.

Menurutnya, penyebab banjir tidak hanya soal sampah dan saluran yang mampet. Tapi ada kontribusi masyarakat juga. Untuk itu Walikota Manado memohon kerjasama semua pihak dalam merevitalisasi daerah aliran sungai.

“Kalau saat ini masih ada yang membangun di atas selokan, tolong kembalikan lagi jalan air itu. Karena terlihat saat ini sudah banyak warga yang tinggal di atas anak sungai. Ini untuk kebaikan kita juga. Jangan karena satu orang yang membangun di atas selokan, ada 100 orang yang kebanjiran,”harap Andrei.

“Jika ini tidak segera ditangani, kerugian material juga akan semakin besar. Bisa juga sampai menimbulkan korban jiwa. Saya berharap bantuan dari rekan-rekan masyarakat sekalian, terutama para tokoh agama untuk membantu mengingatkan jemaatnya,” tandas mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara dua periode itu.

Peliput: Rezky Kumaat

Pos terkait