Lima “Pelari” Liar di Jalan Trans Sulawesi Diamankan Polsek Tumpaan

  • Whatsapp
Aparat gabungan membina lima pelari jalanan di Minsel. (Ist)

KOMUNIKASULUT.COM – Sebanyak 5 (lima) anak muda warga Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, diamankan pihak Kepolisian Sektor Tumpaan (Polsek Tumpaan), karena terindikasi melakukan aksi balap lari di Jalan Trans Sulawesi.

Kelima anak muda tersebut masing-masing berinisial JS alias Ua (19), VM alias Videl (15), RT alias Rici (16), SP alias Stoner (8) dan DT alias Eping (10).

Kapolsek Tumpaan Iptu Ricoh Roi Wongkar, saat dikonfirmasi pada Kamis siang (03/06/2021), menerangkan bahwa kelima warga ini diamankan karena melakukan aksi balap lari di jalan raya, dimana kegiatan tersebut mengganggu lalulintas serta dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

“Kami bersama unsur Babinsa TNI Koramil Tumpaan memberikan pembinaan kepada kelima anak muda yang rata-rata masih tercatat sebagai pelajar sekolah. Mereka teridentifikasi melakukan aksi balap lari liar di Jalan Raya, yang mana hal itu sangat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain,” jelas Kapolsek Tumpaan.

Disinyalir aksi balap lari yang dilakukan para anak muda ini termotivasi oleh taruhan uang. “Mereka melakukan balap lari di Jalan Raya dengan taruhan uang,” ungkap Kapolsek.

Pembinaan terhadap kelima anak muda ini disaksikan langsung oleh orang tua masing-masing. “Usai diberikan pembinaan, dibuatkan surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut, setelah itu diarahkan untuk pulang kembali ke rumah masing-masing,” ungkap Kapolsek.

Sementara itu, Kapolres Minsel AKBP S. Norman Sitindaon, SIK; mengimbau kepada orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa/kelurahan, agar tetap mengawasi serta membina anak-anak muda agar tidak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri ataupun orang lain.

“Aksi balap lari di Jalan Raya adalah hal yang berbahaya bagi keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Mengganggu kelancaran arus lalulintas serta sangat berpotensi tertabrak kendaraan bermotor. Orang Tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, mari bersama terus memberikan pembinaan agar anak-anak muda ini menghindari kegiatan yang tidak bermanfaat, apalagi membahayakan keselamatan jiwa,” tegas Kapolres.

Oleh: Van Basten

Pos terkait