khaki-bee-173050.hostingersite.com – Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara belum lama ini menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Daerah Sulut.
Namun, pertemuan tersebut justru memunculkan ketegangan, terutama dari anggota legislatif dapil Kota Manado, Yongkie Limen.
Yongkie terlihat geram terhadap kinerja Dinas Perkimtan pasca RDP, lantaran pokok-pokok pikiran (Pokir) yang telah diajukan ke pihak eksekutif, yang merupakan aspirasi masyarakat, hingga kini belum juga ditindaklanjuti.
“Kami malu kepada masyarakat, seakan-akan kami ini berbohong. Sudah berapa kali kami melakukan koordinasi dengan beliau (Kadis Perkimtan) sejak tahun lalu, termasuk secara pribadi, tapi jawabannya malah dibanding-bandingkan dengan tim sukses. Jadi kami ini dibandingkan dengan tim sukses,” ungkap Yongkie dengan nada kecewa.
Lebih lanjut, ia menyoroti ketidaksiapan pihak Dinas Perkimtan dalam RDP kali ini. Tidak ada rincian pekerjaan yang dibawa ke forum.
“Kami marah melihat hal seperti ini. Pekerjaan hanya disebutkan secara gelondongan, PSU dengan anggaran Rp21 miliar, pekerjaan apa itu? Kasih rincian yang jelas!” tegasnya.
Yongkie pun memperingatkan bahwa jika pola kerja seperti ini terus berlanjut, pihaknya akan membawa persoalan ini ke aparat penegak hukum (APH).
“Kalau cara setiap kadis atau dinasnya seperti ini, maka kami akan bawa ini ke APH. Saya sendiri akan membongkarnya. Ini juga jadi masukan buat Gubernur agar tahu bagaimana cara kerja anak buahnya,” katanya.
Ia juga menyesalkan tidak adanya penjelasan dari Dinas Perkimtan mengenai program-program yang akan dilaksanakan, mana yang menjadi prioritas, dan mana yang bisa dibantu.
“Kelihatan teman-teman (anggota DPRD lain) takut semua, hanya berani bicara di belakang. Jadi tolong, mari kerja sama yang benar,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkimtan Daerah Sulut, Alex Watimena, merespons pernyataan tersebut dengan menyebut bahwa aspirasi masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Aspirasi masyarakat adalah segalanya. Apa yang diusulkan oleh DPRD ke depan akan menjadi perhatian kami,” jelas Alex.
Saat ditanya soal tudingan lebih mengutamakan tim sukses dibandingkan aspirasi dari DPRD, Alex membantah tegas.
“Terkait tim sukses, tidak demikian. Yang kami utamakan adalah masyarakat,” ujarnya singkat, sembari terburu-buru meninggalkan gedung DPRD Sulut. (*)





