komunikasulut.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara telah selesai menyerap aspirasi seluruh kalangan masyarakat di semua perwakilan Daerah Pemilihan (Dapil) Nyiur Melambai.
Ini berlangsung dalam kegiatan Reses Masa Persidangan 1/2026, yang digelar 28-31 Maret 2026.
Salah satu Dapil yang menerima aspirasi masyarakat secara masif adalah Minahasa-Tomohon. Para Legislator yang mewakili wilayah tersebut adalah Vonny Paat, Inggried Sondakh, Melisa Gerungan, Gracia Oroh, Braien Waworuntu, Pierre Makisanti, Frangky Mamesah, dan Rhesa Waworuntu.
Aspirasi masyarakat Minahasa-Tomohon diawali dari kalangan Generasi Z. Aspirasi dijemput langsung Vonny Paat.
“Kali ini saya berdiskusi bersama siswa-siswi SMKS 2 Kristen Tomohon merupakan para pelajar yang pintar dan aktif menyuarakan aspirasinya. Kami berdiskusi panjang terkait kendala dan kebutuhan para siswa di bidang pendidikan,” tutur Ketua Komisi Empat DPRD Sulut Bidang Kesejahteraan Rakyat itu.
Aspirasi yang disampaikan para siswa-siswi berkaitan dengan beasiswa, infrastruktur sekolah, kebijakan pendidikan pemerintah, akses perguruan tinggi, MBG, dan sebagainya.
Aspirasi berikutnya datang dari masyarakat Desa Rambunan, Kecamatan Sonder, yang diwakili oleh Braien Waworuntu.
Di kesempatan itu warga kompak mengangkat dua persoalan utama, yakni pembangunan infrastruktur dasar dan ketersediaan air bersih. Program betonisasi Jalan Lingkar Rambunan menjadi aspirasi prioritas karena dinilai sangat vital bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kondisi Jalan Lingkar Rambunan saat ini masih memprihatinkan, terutama saat musim hujan. Jalan yang berlumpur dan licin kerap menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.
Selain infrastruktur jalan, persoalan akses air bersih juga menjadi sorotan utama,” urai Braien.
“Masyarakat mengaku masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, khususnya saat musim kemarau. Kondisi ini memaksa warga mencari sumber air alternatif dengan jarak cukup jauh, bahkan kualitas air yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan rumah tangga,” tandas Legislator Partai Nasdem itu.
Aspirasi kemudian beranjak ke Desa Kalasey, Kecamatan Pineleng, yang dinaungi Inggried Sondakh.
“Sebagai anggota DPRD saya mempunyai pokir untuk diperjuangkan seperti UMKM, yang nantinya bisa mengaspirasi penguatan ekonomi juga mengaspirasikan kebutuhan mereka dengan bagaimana perhatian pemprov dalam hal ini lewat dinas koperasi dan UMKM,” jelas Inggried Sondakh.
Ia juga menjelaskan, lewat disperindag dan ada juga distanak, serta Biro Kesra yang menjadi fokus saya di dalam memperjuangkan aspirasi. “Sebab saya melihat dinas dinas ini begitu menyentuh langsung dengan masyarakat,” tandasnya.
Keluhan masyarakat juga disampaikan pada Reses Melisa Gerungan di Desa Pinebetengan Utara, Kecamatan Tompaso Barat.
“Masyarakat menyampaikan keluhan terkait akses jalan menuju kawasan wisata Watu Pinabetengan yang dinilai semakin sempit dan membutuhkan perhatian serius. Selain itu, kondisi jalan di permukiman warga juga menjadi sorotan karena dinilai belum memadai untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” ungkap Srikandi Partai PDIP tersebut.
“Tak hanya infrastruktur, warga juga meminta dukungan agar aspirasi mereka dapat disuarakan hingga ke pemerintah pusat, khususnya terkait program Jalan Usaha Tani (JUT) yang dinilai sangat penting untuk menunjang sektor pertanian di wilayah tersebut,” tambah Melisa.
Aspirasi serupa juga ditemui Legislator Pierre Makisanti di Pasar Tondano. Ia menggunakan metode unik dalam penyerapan keluhan Konstituennya.
“Hari ini saya turun reses dalam rangka memyerap aspirasi masyarakat. Dan saya memilih turun reses di Pasar Tondano karena di pasar merupakan tempat banyak orang bisa terkumpul dan saya bisa lebih banyak mendengar aspirasi dari masyarakat ditempat ini,” bebernya.
“Biasanya hanya aspirasi dari 1 desa atau kelurahan kalau di Pasar Tondano saya bisa mendengar aspirasi masyarakat dari puluhan desa/kelurahan di Minahasa, yang menyuarakan soal perbaikan jalan provinsi, perbaikan jalan desa, bantuan kelompok tani/ternak, bantuan penerangan jalan di beberapa desa, bantuan air bersih, perbaikan atau pengadaan Talud di pesisir Tondano Pantai dan bantuan peralatan untuk tukang kayu,” tegas dia seraya berjanji akan memperjuangkan aspirasi yang diminta,” jabar Pierre.
Kemudian ada Gracia Oroh yang mendengar kendala-kendala yang dialami masyarakat desa-desa di Kecamatan Lembean Timur.
“Beberapa usulan yang telah saya dapatkan adalah perbaikan Jalan dari Desa Watulaney ke Desa Parentek, pengusulan kembali Talud Pemecah Ombak di desa Parentek, perbaikan Jembatan jalan trans Sulawesi di desa Parentek, perbaikan jalan dari Desa Karor ke Desa Tumpaan Kecamatan Kakas,” ulasnya.
“Ada juga permohonan penambahan jaringan air bersih di desa Kapataran, permohonan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) se kecamatan, permohonan bantuan perbaikan jalan desa, permohonan jaringan internet, permohonan bantuan Investor untuk Pariwisata Pantai, dan permohonan penanganan masalah persampahan,” tutup Gracia. (***)






