BMI Minsel-Sulut Salurkan Bantuan Bencana ke Korban Abrasi Amurang

komunikasulut.com – Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia.

Sehingga ini mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Definisi tersebut menyebutkan bahwa bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia.

Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan mengenai bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial.

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

Banteng Muda Indonesia (BMI) Minahasa Selatan bergerak cepat pada Kamis (16/6/2022). Organisasi sayap PDI Perjuangan ini turun langsung menyalurkan bantuan logistik bagi korban bencana alam abrasi di Amurang.

Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Ketua Vickly Lumowa, Sekretaris Valen Sumendap dan Bendahara Mario Mandagi. Adapun jenis bantuan berupa bahan pokok. Termasuk sabun, air mineral, sabun cuci, sikat gigi hingga odol.

Vickly Lumowa menyebutkan, hal ini merupakan bentuk upaya dan keterlibatan dari BMI Minsel untuk turun ke tengah-tengah masyarakat sedang tertimpa musibah abrasi.

“Bantuan ini inisiatif dan sukarela dari seluruh kader BMI untuk membantu para korban bencana alam,” jelas Vickly Lumowa didampingi Valen Sumendap dan Mario Mandagi.

Sementara itu, Mario Mandagi menambahkan, BMI Minsel sangat berharap aksi sosial ini dapat meringankan beban yang dialami warga yang terdampak bencana abrasi.

“Kehadiran kami diharapkan bisa mengobati luka fisik, mental, dan psikologis para masyarakat korban abrasi,” ungkapnya.

Dia juga meminta kepada semua pihak untuk selalu waspada terhadap ancaman bencana. “Sekali lagi, semoga bantuan ini mampu meringankan beban masyarakat,” tuturnya.

Diketahui, Kabupaten Minsel belum lama ini dilanda bencana alam. Abrasi terjadi di sekitar pesisir Amurang dan mengakibatkan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Ranoiapo, Uwuran Satu menuju ke Kelurahan Lewet, Bitung, Ranomea, dan Pondang tiba-tiba ambruk oleh Abrasi pantai.

Abrasi sendiri adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut.

Setidaknya 20 rumah, 5 cottage, 1 restoran, 10 perahu, 1 kedai kopi, dan ikon I’AM Amurang, jembatan, area parkir bangunan penginapan rusak dan juga ikut ambruk ke laut. Beruntung tidak ada korban jiwa dan luka-luka dalam bencana ini. Namun, sebanyak 269 jiwa telah diungsikan ke posko bencana.

Turut hadir Bung Rio Dondokambey selaku Ketua BMI DPD Sulut dan Wakil Ketua DPD BMI Sulut Bidang OKK Bung Eldo Wongkar .

Oleh: Van Basten