komunikasulut.com – Tidak bisa dipungkiri bahwa kini Sulawesi Utara menjadi salah satu basis massa terbesar yang dimiliki Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Ini merujuk dari hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulut 2020; dimana dari tujuh daerah yang berkontestasi, enam di antaranya dimenangkan oleh partai berlambang moncong putih tersebut. Pasangan kepala daerah yang menang pun merupakan kader murni PDIP, dan bukan hasil koalisi dengan partai lain.
Aktor utama yang berhasil mewujudkan hal tersebut, tidak lain dan tidak bukan adalah Ketua PDIP Sulut yang juga Gubernur Sulut dua periode, Olly Dondokambey. Perannya sangat sentral dalam proses meraup kemenangan tersebut.
Namun begitu, Olly yang akan mengakhiri jabatan gubernurnya pada 2024, dinilai banyak pihak akan berpengaruh besar pada pencapaian PDIP Sulut di Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024. Untuk itu, banyak pihak yang penasaran dengan figur yang akan menjadi suksesor Olly di Pilkada mendatang; terutama figur yang akan diusung PDIP Sulut.
Isu inilah yang menjadi pembahasan utama dalam webinar yang digelar Political and Public Policy Studies (P3S) dan esensinews.com, bersama pemateri-pemateri yang handal di bidang politik serta kepemiluan, Jumat (2/12/2022).
Dengan bertemakan “Menakar Cagub Potensial PDIP Sulut 2024,” diskusi dibuka oleh Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Jeirry Sumampow. “Olly yang tidak lagi menjadi kontestan Pilkada 2024, akan membuat dinamika politik di internal PDIP Sulut semakin menarik. Kader-kader potensial lain yang akan diusung partai, dipastikan memberi warna baru di pemilihan Gubernur Sulut kedepannya. Pertanyaannya adalah, siapa mereka?” tuturnya.
Menurut Jeirry, nama-nama yang berpeluang mendapat kesempatan itu, pertama adalah wakil gubernur dari Olly sendiri, Steven Kandouw. Dimana ia juga memiliki posisi strategis di partai sebagai Wakil Ketua PDIP Sulut. Lalu ada birokrat yang sukses menjadi Bupati Minahasa berkat bantuan partai pada Pilkada sebelumnya, yaitu Roy Roring. Kemudian ada kakak Olly, Robby Dondokambey yang sementara mendampingi Roy sebagai wakil bupati.
Nama Maurits Mantiri selaku Walikota Bitung juga patut diperhitungkan, karena jabatannya sebagai ketua komisi pria kaum bapa di salah satu denominasi gereja terbesar di Indonesia, yakni GMIM, dipastikan memiliki pendukung yang tidak sedikit. Ini serupa dengan Bupati Minahasa Tenggara yang menjabat Ketua Panji Yosua GMIM, dan di tahun 2022 akan segera mengakhiri posisi bupatinya.
Meski Olly tidak akan terlibat langsung sebagai kontestan Pilkada, tapi Jeirry menilai perannya sangat besar dalam menentukan suksesor PDIP Sulut sebgai calon gubernur dan wakil gubernur mendatang. “Ini tinggal bagaimana relasi mereka dengan Olly secara langsung , dan bagaimana tingkat popularitas serta elektabilitas mereka di tengah masyarakat. Itu catatan pertama,” ungkapnya.
“Catatan kedua, wakil gubernur yang akan diusung PDIP kemungkinannya akan melihat figur dengan keterwakilan salah satu etnik di Sulut. Dengan melihat pola PDIP sampai saat ini, mereka dipastikan tidak akan memberikan posisi wakil gubernur kepada orang luar. Pasti figur tersebut akan berasal dari kader partai juga,” tambah Koordinator Tepi itu.
Selain itu, narasumber kedua dari diskusi ini memberikan nama-nama lain dengan modal politik yang mumpuni untuk diusung PDIP Sulut dalam arena Pilkada. Ini datang dari Direktur P3S, Dr. Jerry Massie.
“Dari sisi keterwakilan gender, ada Rita Tamuntuan dan Adriana Dondokambey yang bisa dijadikan opsi PDIP Sulut untuk memimpin Bumi Nyiur Melambai kedepannya. Dari sisi keterwakilan pemuda, ada Rio Dondokambey sedang bersinar sebagai ketua umum di organisasi-organisasi kepemudaan besar di Sulut. Sedangkan untuk sosok di luar partai, ada Ronny Sompie dan Royke Lumowa dengan segudang pengalaman mereka di dunia kepolisian,” bebernya.
“Jika melihat dari segi chemistri kader-kader PDIP Sulut yang berpotensi dipasangkan kedepannya, ada dua pengusaha dengan basic ilmu yang sama disana, yakni Andrei Angouw dan Maurits Mantiri. Atau Rio Dondokambey sebagai wakil dan tokoh dari Nusa Utara yang menjadi calon gubernurnya, yaitu Ketua DPRD Sulut Andi Silangen. Ini dikembalikan ke PDIP untuk melihat formasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur mana, yang memiliki persentase kemengan tertinggi untuk diusung,” tambah Dr. Jerry.
“Kalau dari penilaian pribadi,” lanjut Direktur P3S,” Saya menjagokan Rita Tamuntuan, Maurits Mantiri, Joune Ganda, atau Andrei Angouw untuk dicalonkan diranah Pemilihan Gubernur Sulut.”
Diskusi berlangsung interaktif antara pemateri dan peserta kegiatan, yang notabenenya dihadiri oleh akademisi, praktisi kepemiluan, dan jurnalis.
Peliput: Rezky Kumaat