komunikasulut.com – Tidak bisa dipungkiri, pengetahuan masyarakat soal tahapan dan teknis Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 masih terbilang rendah. Padahal puncak kontestasi tersisa dua bulan lebih.
Ini menjadi tantangan Komisi Pemilhan Umum (KPU) Manado selaku penyelenggara Pemilu 2024, untuk menggenjot tingkat pemahaman masyarakat Kota Tinutuan hingga hari H nanti.
“Berdasarkan temuan kami di lapangan, ada 20 persen masyarakat yang tidak tahu soal hari pemilihan umum. Mereka lebih tahu tanggal Hari Valentine pada 14 Februari 2024,” ungkap Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Manado, Ramly Pateda.
Salah satu solusi yang dipersiapkan KPU Manado, yakni dengan memasifkan program-program yang mengoptimalkan sosialisasi Pemilu 2024 di masyarakat.
“Untuk memaksimalkan sosialisasi Pemilu di masyarakat, sudah ada beberapa program yang kami gelar secara masif,” jelas Ramly di sela-sela kegiatan Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024 bersama Kaum Marjinal, Pemilih Muda dan Pemula, Sabtu (9/12/2023).
“Ini mulai dari sosialisasi tatap muka bersama elemen-elemen masyarakat seperti saat ini, program Rabu Bacirita dengan masyarakat di lingkungan mereka, dan penggunaan toa yang ada di tingkat lingkungan,” urai Komisioner KPU Manado itu.
Kedepannya KPU Manado akan menjangkau orang tua para pemilih muda dan pemula, guna memastikan tingkat partisipasi mereka bisa maksimal. Sehingga mereka tidak terdistraksi dengan hari-hari libur yang berdekatan dengan tanggal Pemilu 2024.
“KPU Manado akan kerja ekstra untuk memastikan partisipasi pemilih muda dan pemula, supaya tidak fokus pada Hari Valentine atau hari-hari libur yang berdekatan dengan tanggal pencoblosan,” lanjut Ramly.
“Peranan orang tua akan sangat dibutuhkan untuk itu. Sosialisasi berikutnya akan melibatkan mereka, supaya para pemilih muda dan pemula bisa dibimbing serta diawasi langsung, saat memilih pada tanggal 14 Februari 2024,” tandasnya.
Peliput: Rezky Kumaat