komunikasulut.com – Sebanyak 33 provinsi dan 460 kabupaten/kota di Indonesia menerima penghargaan dan predikat Universal Health Coverage (UHC), Kamis (8/8/2024).
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang telah melampaui target, dalam mendaftarkan penduduknya di program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Salah satu daerah yang berperan signifikan dalam menyukseskan program ini adalah Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro).
Berletak di Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Sitaro telah berhasil mengakomodir 99,87% masyarakatnya untuk terdaftar dalam JKN. Tingkat keaktivan masyarakat sendiri mencapai 83,37%.
Ini mendapat apresiasi langsung Ghufron Mukti selaku Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Indonesia, di sela-sela pelaksanaan UHC Awards 2024.
“Jumlah kepesertaan JKN per 1 Agustus 2024 telah mencapai 276.520.647 jiwa, atau 98,15 persen dari total penduduk di Indonesia. Pencapaian ini bukan hanya tentang jumlah kepesertaan, tetapi juga memastikan seluruh penduduk memiliki akses terhadap layanan kesehatan,” ungkapnya.
“Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala daerah atas kesuksesan Program JKN di wilayah masing-masing,” tambah Ghufron.
Pencapaian UHC BPJS Kesehatan Indonesia juga mendapat pengakuan dunia internasional. Tidak tanggung-tanggung, Presiden International Social Security Association (ISSA), Mohammed Azman menyampaikan kebanggaannya atas prestasi ini dalam UHC Awards 2024.
“Selamat atas keberhasilan Indonesia dalam mencapai UHC. Penghargaan ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia di kancah global, sebagai negara yang serius dalam perlindungan jaminan kesehatan,” tutur Azman dalam sambutannya.
Sejak awal pelaksanaan program JKN, BPJS Kesehatan diketahui terus mengalami peningkatan; baik dari sisi penerimaan iuran maupun pemanfaatan layanan.
Pada 2014, BPJS Kesehatan menerima iuran sebesar Rp40,7 triliun, sementara pada tahun 2023 jumlahnya meningkat menjadi Rp151,7 triliun dengan kolektibilitas iuran mencapai 98,62%.
Lalu pada tahun 2023, BPJS Kesehatan telah menggelontorkan Rp34,7 triliun untuk membayar pelayanan kesehatan 29,7 juta kasus penyakit berbiaya katastropik.
Tidak ingin berpuas hati dengan pencapaian ini, mereka terus melakukan inovasi dan pengembangan program BPJS Kesehatan. Ini mulai dari menghadirkan aplikasi mobile JKN, yang memudahkan peserta mengakses layanan administrasi dan fasilitas kesehatan.
Ada juga fitur i-Care yang memungkinkan peserta JKN dan dokter di fasiltas kesehatan mengetahui riwayat kunjungan, obat yang diberikan, hingga tindakan yang pernah dijalani sebelumnya. Dengan begitu, dokter dapat memberikan tindakan cepat dan tepat bagi peserta JKN. (*)