Pemprov Sulut Minta Pertanggungjawaban Enam Oknum ASN yang Celakai Warga

Enam oknum ASN disidang tiga pejabat tinggi Pemprov Sulut. (foto istimewa)

komunikasulut.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (ODSK) langsung bereaksi usai menerima laporan ada sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan tindakan tidak beretika kepada warga masyarakat di jalan.

Enam ASN yang ada dalam vidio viral di media sosial (Medsos), telah dipanggil. Mereka kemudian diperiksa dan dibina. Pembinaan itu dilakukan oleh Asisten 2, Inspektur dan BKD yang bertempat di kantor Inspektorat, Jumat (16/12/2022) pagi tadi.

Setelah dibina disiplin dan etika, semua yang terlibat diwajibkan membuat pernyataan, berupa mengakui kesalahan, tidak akan mengulangi kesalahan, dan akan meminta maaf kepada korban juga keluarga korban dalam waktu 1 x 24 jam.

Jika dalam tempo 1×24 jam, tidak meminta maaf kepada korban dan keluarga korban maka para ASN yang terlibat di vidio dipastikan akan mendapat sanksi tegas dari pimpinan. Disamping itu, ASN yang terlibat dan viral di Medsos juga menerima sanksi/hukuman sesuai dengan peraturan disiplin PNS.

Sebelumnya, dibeberapa grup Medsos heboh dengan unggahan dari Rifay Tumboimbela korban luka-luka yang mengendarai motor metik DB 4523 JL. Korban bercerita peristiwa yang dialaminya pada hari Selasa 13 Desember.

Awalnya, ia dari arah Langowan Minahasa, akan pulang menuju arah Ratahan Minahasa Tenggara (Mitra). Saat memasuki Desa Pangu, Kecamatan Ratahan Timur ada kendaraan truck yang lagi mogok. Sementara yang dari arah Langowan (berlawanan) tidak ada halangan.

“Kita dari arah Langowan tetap pa kita pe jalur. Kage-kage dorang ini orang-orang, 4 oto dari arah Mitra ambe kita pe jalur. Otomatis kita takage. Dari pada kita baku tabrak deng dorang, kita ba buang di rumpu-rumpu. Untung bae nda maso jurang (saya dari arah Langoan tetap berada di jalur saya. Tiba-tiba mereka, 4 mobil dari arah Mitra ambil jalur saya. Otomatis saya terkejut. Dari pada saya bertabrakan dengan mereka, saya langsung (arahkan motor) ke rumput-rumput. Beruntung tidak masuk jurang,” tulis Rifay.

Rifay juga mengaku heran dengan sikap beberapa oknum ASN yang tidak memiliki rasa belas kasihan dan etika. Pasalnya, meski sudah melihat ia terjatuh namun para ASN ini memilih jalan terus dan meninggalkannya dalam keadaan luka-luka. Dalam keadaan sakit, Rifay memilih mengejar.

Tujuannya hanya meminta agar kejadian tersebut diselesaikan di Polsek Ratahan. Tapi sayang, pemintaannya tidak dihiraukan.

“Kita dusu pa dorang. Kita dapa somo maso-maso perbatasan. Sempat minta pa dorang mo baku urus di Polsek Ratahan, mar dorang nimau dorang cuman panang enteng. Kita cuman suka dorang ada inisiatif mo minta maaf, mar ternyata sampe skarang nda ada,” lanjutnya.

“Untuk bapak Gubernur tolong togor akang ni orang-orang spaya so nda akan mo terjadi hal-hal sama deng ini (Saya kejar mereka. Saya dapat sudah mau masuk perbatasan. Sempat minta ini diurus di Polsek Ratahan, tapi mereka tidak mau. Padahal saya hanya ingin mereka punya inisiatif meminta maaf. Tapi sampai sekarang tidak. Untuk bapak Gubernur tolong tegus orang-orang (ASN) ini. Supaya tidak lagi terjadi hal-hal yang sama),” tandas Rifay.

Pos terkait