komunikasulut.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado telah selesai melakukan Sosialisasi Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 kepada Kaum Marjinal, Pemilih Muda, dan Pemilih Pemula, Sabtu (9/12/2023).
Bertempat di Hotel Four Point Manado, salah satu pemateri yang dihadirkan adalah Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Manado, Abdul Gafur Subaer.
Di kesempatan itu, Gafur kembali mengingatkan masyarakat soal tahapan dan teknis-teknis Pemilu 2024.
“Masyarakat perlu mendapat pengetahuan ini, supaya tidak terkendala di hari pemilihan nanti. Apa saja tahapan Pemilu yang sudah kita lewati, yang sedang berlangsung, dan akan kita hadapi kedepannya. Juga soal jenis-jenis pemilih dan cara mengecek status bapak ibu di Daftar Pemilih Tetap (DPT, red),” buka Komisioner Bawaslu Manado itu.
“Jenis-jenis pemilih sendiri terdiri dari pemilih terdaftar DPT, pemilih pindahan, dan pemilih khusus. Jangan sampai nanti ada masyarakat yang menjadi pemilih pindahan atau khusus, tapi tidak tahu bagaimana cara mendaftarkan diri dan mekanismenya di TPS. Karena untuk pendaftaran pindah memilih sudah dibuka hingga H-3 Pemilu 2024 nanti,” jelas Gafur.
Ia khawatir akan ada masyarakat yang terlambat mendaftarkan diri, sehingga hak konstitusinya tidak bisa digunakan di hari pemilihan. Ataupun ada oknum-oknum yang sengaja menghalangi para konstituen untuk memilih.
Kegiatan ini pun menjadi salah satu jawaban atas tantangan tersebut. Dimana selain sosialisasi, KPU Manado sudah menjalankan serangkaian program untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap tahapan dan teknis Pemilu 2024.
“Berdasarkan temuan kami di lapangan, ada 20 persen masyarakat yang tidak tau soal hari pemilihan umum. Mereka lebih tahu tanggal hari Valentine pada 14 Februari 2024,” ungkap Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Manado, Ramly Pateda.
“Untuk memaksimalkan sosialisasi Pemilu di masyarakat, sudah ada beberapa program yang kami gelar secara masif. Ini mulai dari sosialisasi tatap muka bersama elemen-elemen masyarakat seperti saat ini, program Rabu Bacirita dengan masyarakat di lingkungan sekitar, dan penggunaan toa yang ada di lingkungan-lingkungan,” urainya.
Peliput: Rezky Kumaat