Oleh: Dr. Grace Waleleng, M.Si.
SEJALAN dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin pesat. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika bahwa Pada Tahun 2022 Jumlah Pengguna Internet Indonesia Capai 204,7 Jiwa. Keberadaan internet memberi dampak bagi masyarakat khususnya remaja. Mereka bisa mendapatkan informasi dengan cepat, berkomunikasi dengan siapa saja dan kapan saja. Kementrian Komunikasi dan Informatika menemukan bahwa 98% dari anak-anak remaja tahu tentang internet, dan 79,5% diantaranya adalah pengguna internet.
Permasalahannya, pemanfaatan internet telah mengubah pola hidup dan budaya masyarakat, khususnya generasi muda dalam belajar, berkomunikasi, bergaul, dan sebagainya. Saat ini masyarakat khususnya remaja banyak menggunakan internet dalam berkomunikasi seperti surat elektronik (e-mail), jejaring sosial (social networking) yang dianggap lebih efektif dan efisien. (Triastuti, Endah dan Tim, 2017:33).
Cangara, Hafied (2013:65) mengatakan bahwa Pengguna internet di Indonesia didominasi oleh generasi muda yang disebut “netizen.” Mereka berkomunikasi di dunia maya sama seperti mereka berkomunikasi di dunia nyata. Demikian juga informasi yang didapatkan semakin terbuka baik konten positif maupun negatif.
Remaja di Kelurahan Taas Kecamatan Tikala Kota Manado tidak terlepas dari penggunaan internet. Dimasa pandemi Covid-19 saat ini, remaja yang masih pada usia sekolah terpaksa harus menjalani pembelajaran secara daring. Hal tersebut juga menyebabkan remaja di Kelurahan Taas tidak lepas dari penggunaan gadget, sehingga mudah sekali untuk mengakses internet kapan saja dan dimana saja. Juga dapat mengakses informasi apa saja termasuk gambar porno, perjudian, penipuan, berita bohong. Bahkan cyber bullying bisa menimpa sesama anak remaja.
Selaku Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi, Dr. Grace J. Waleleng, S.Sos, M.Si, melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada hari Senin (7/6/2022), yaitu Sosialisasi dalam bentuk ceramah atau penyuluhan tentang Pemanfaatan Internet Sehat dan Aman (INSAN) Pada Remaja di Kelurahan Taas Kecamatan Tikala Kota Manado, bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Taas Kecamatan Tikala Kota Manado juga dengan Tokoh Agama setempat.
Dijelaskan Dr. Grace J. Waleleng, S.Sos, M.Si, bahwa, “Sangat penting bagi anak remaja untuk menggunakan Internet secara Sehat dan Aman (INSAN) agar terhindar dari gangguan kesehatan dan mental, serta menghindari kejahatan di dunia maya sehingga terhindar dari cyber bullying dan cyber crime. Diharapkan remaja dapat memanfaatkan internet secara positif, yaitu secara sehat dan aman serta beretika.
Dalam sosialisasi tersebut Dr. Grace J. Waleleng, S.Sos, M.Si, juga memberikan pengetahuan ketrampilan kepada remaja tentang upaya menghindari kejahatan di dunia maya, serta penggunaan internet agar sehat jasmani.
Selaku Lurah Kelurahan Taas Kecamatan Tikala, Drisje Tuti Warouw menambahkan bahwa, “Bila internet digunakan secara berlebihan maka akan menjadi candu bagi remaja, sehingga membatasi interaksi dengan lingkungan sekitar, termasuk keluarga dan teman-teman, sehingga remaja cenderung individualistis. Karena itu pendampingan dan pengawasan orang tua pada saat remaja menggunakan internet juga sangat perlu.”
Pdt. Eveline Massie Lintang, S.Th, selaku Tokoh Agama menambahkan bahwa “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para remaja, karena di zaman digitalisasi ini para remaja harus memanfaatkan internet sebagai sarana komunikasi digital secara positif dan remaja harus mampu menerapkan etika berinternet dengan baik, agar terhindar dari penyimpangan-penyimpangan etika dan moral.
Melalui kegiatan ini diharapkan remaja memperoleh pengetahuan tentang Pemanfaatan Internet Sehat dan Aman (INSAN), remaja mengetahui prinsip dasar dalam penggunaan internet dan etika berinternet (cyber ethics). Remaja juga mendapatkan keterampilan untuk menghindari kejahatan di dunia maya sehingga terhindar dari cyber bullying dan cyber crime, remaja mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan positif, sehingga tidak menyinggung pihak yang membaca, remaja dapat menggunakan internet sesuai kebutuhan/tidak kecanduan sehingga dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar, ungkap Dr. Grace J. Waleleng, S.Sos, M.Si.