Reses Terakhir di 2025, Ini Aspirasi yang Diserap DPRD Manado

komunikasulut.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado berbondong-bondong turun ke masyarakat untuk menjaring aspirasi di akhir tahun 2025.

Ini dirangkaikan dalam kegiatan Reses yang serempak dilakukan 40 Wakil Rakyat Manado, di seluruh wilayah Kota Tinutuan yang terbagi dalam lima Daerah Pemilihan (Dapil).

Salah satunya yang dilakukan Stenly Tamo di Kelurahan Buha di Kecamatan Mapanget, Sabtu (29/11/2025).

Di kesempatan itu ia menyapa, mendengar, dan berdiskusi dengan puluhan masyarakat yang hadir, untuk membahas persoalan di wilayah tersebut. Ini terdiri dari isu Infrastruktur, Suprastruktur, dan masalah-masalah sosial yang perlu segera dicarikan solusinya.

Selanjutnya di Kelurahan Paniki Dua, Kecamatan Mapanget, ada Andrew Palit yang menyerap aspirasi masyarakat soal Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan drainase yang menjadi sumber masalah banjir di daerah tersebut.

“Poin reses saya kali ini adalah BLT yang tidak akurat, pengembangan pembangunan drainase dan jalan. Mari torang kawal bersama segala usulan ini,” rangkum Legislator Milenial itu.

“Semua aspirasi, masukkan dan keluhan masyarakat akan ditampung. Kemudian selanjutnya di tindaklanjuti kepada pemerintah daerah,” tambah Andrew.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan Manado itu turut membagikan bantuan sarana pendidikan di dua yayasan sekolah. Ini terdiri dari Paroki ST Monika Paniki Dua dan KPA GMIM Exodus.

Selanjutnya ada Reza Rumambi yang berdiskusi secara aktif dan rinci bersama warga Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget.

Dihadiri ratusan masyarakat, Reza menerima banyak sekali aspirasi. Seperti yang diungkapkan Jeri Ramo ia menyampaikan keluhan soal kondisi jalan rusak sejak tahun 1998 di sekitar Lapangan.

“Sudah beberapa kali saya menghadiri musrembang, bahkan ada reses juga dari anggota dewan provinsi, saya menyampaikan aspirasi jalan rusak yang selama 27 tahun ini Belum diperbaiki. Harapan kami tentunya bisa diperjuangkan, kalau boleh jujur jalan ini hanya ada kegiatan proyek jalan, tapi tidak perna ada pengaspalan, sehingga jalan banyak berlubang,” ungkap Ramo Warga Mapanget Barat.

Sementara itu aspirasi dari Ibu Fei meminta agar ada pembuatan paving jalan untuk masyarakat yang ada di Kelurahan Mapanget Lingkungan Satu serta penerangan jalan.

“Lingkungan kami sering terjadi pencurian. Untuk itulah harapan kami ada penerangan lampu jalan,”ucap Fei.
Ada juga masyarakat yang menayakan terkait Koperasi Merah Putih.

” Kalau memang Koperasi Merah Putih sudah ada di Mapanget dapat membantu peningkatan ekonomi masyarakat,”ucap salah satu warga.

Kemudian Ibu Moses sangat berterima kasih karena Anggota Dewan Reza Rumambi bisa menindaklanjuti aspirasi masyarakat soal pembuatan jalan.

“Jalan kami sudah benar-benar diaspal. Terima kasih. Namun kami berharap saat ini ada perhatian terhadap pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan. Karena saat ini yang kami butuhkan tiga hal ini,”kata Moses.

Menanggapi berbagai aspirasi masyarakat, Reza mengatakan bahwa setiap aspirasi akan ditindaklanjuti, sesuai kewenangan dan akan berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Untuk infrastruktur jalan dan juga penerangan jalan, agar segera tentukan data panjang dan titik lokasi. Sampaikan ke Lurah dan kirim surat resmi. Ini nanti akan saya perjuangkan masuk di program APBD 2026,”tutur Reza Rumambi.

Sementara koperasi Merah Putih, Reza menyampaikan bahwa koperasi tidak serta menerima dana langsung, tetapi harus berjalan dan berkembang terlebih dahulu.

Selain itu, Soal penerima bantuan pemerintah, kalau ada yang memang tidak terdata dan memang pantas mendapatkan bantuan akan diperjuangkan.

“Kami ingin menyampaikan bahwa untuk mendapatkan bantuan itu ada kategori dan aturan resmi. Ada klasifikasi keluarga miskin, sangat miskin, dan miskin ekstrem. Kepala lingkungan punya tugas mendata. Kalau layak, harus dibantu,”tuturnya, sambil mengingatkan jika ada keluhan-keluhan yang ingin disampaikan lagi oleh masyarakat langsung sampaikan.

“Jangan hanya agenda resmi baru menyampaikan reses. Saya sangat terbuka menerima aspirasi dimana saja. Saya tetap terbuka jika ada pendapat, masukan, atau kritikan. Silakan langsung hubungi saya. Nomor saya tidak pernah saya sembunyikan karena memang tidak ada yang harus disembunyikan,”papar Rumambi.

Kemudian kita beranjak di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken Darat. Dimana ada Mona Kloer selaku Wakil Ketua DPRD Manado yang bertatap muka tidak hanya dengan masyarakat, tapi juga melibatkan unsur Pemerintah Kota Manado.

Mereka terdiri dari Sekretaris Kecamatan Bunaken Darat, Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta aparat lingkungan.

Permasalahannya mulai dari program pemerintah yang dikeluhkan warga dan infrastruktur.

Menanggapi hal itu, Mona menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kota Manado dan akan ditindaklanjuti apabila telah masuk dalam skala prioritas.

“Jika itu sudah menjadi program dan prioritas Pemkot, maka akan diupayakan pelaksanaannya pada tahun anggaran berikut sesuai permintaan masyarakat,” kata Mona kepada warga.

Selain persoalan infrastruktur, Mona juga merespons aspirasi lain seperti pengurusan akta kelahiran bagi warga yang berasal dari luar daerah, serta layanan BPJS Kesehatan.

Ia memastikan akan membantu mengoordinasikan kebutuhan tersebut dengan instansi terkait.

Legislator yang telah menjabat tiga periode itu menambahkan, jumlah aspirasi masyarakat di Kota Manado sangat banyak karena dihimpun dari berbagai lingkungan dalam satu kecamatan.

Namun, keterbatasan anggaran membuat tidak seluruh usulan dapat direalisasikan sekaligus, terlebih dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran tahun depan yang mencapai Rp 259 miliar.

“Terima kasih atas waktu dan partisipasi masyarakat dalam reses ini. Seluruh aspirasi yang disampaikan telah kami catat dan akan diperjuangkan melalui DPRD serta diteruskan kepada instansi berwenang,” pungkas Mona. (***)

Pos terkait