komunikasulut.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara tidak bisa tinggal diam melihat kericuhan yang sedang terjadi di Indonesia. Apalagi salah satu akar masalah disebabkan oleh sejawatnya di DPR RI.
Sikap anggota DPRD Sulut kali ini tidak untuk membela diri maupun menyalahkan segelintir pihak atas masalah yang terjadi, tapi untuk mengungkapkan empati dan belasungkawa terhadap situasi ini.
Ini disampaikan Amir Liputo selaku Legislator Sulut Daerah Pemilihan (Dapil) Manado, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
“Kami sangat prihatin dengan demo-demo yang sedang terjadi. Kami juga sebagai wakil rakyat sangat memahami kondisi masyarakat saat ini. Oleh sebab itu, yakin dan percayalah Insya Allah kami masih punya hati nurani. Seberapapun yang kami terima di DPRD, Insya Allah akan kami kembalikan juga untuk rakyat,” ungkap anggota dewan yang akrab disapa Aba tersebut.
Melihat demo yang diwarnai anarkisme dan vandalisme di sejumlah kabupaten/kota, Amir mengajak masayarakat pintar-pintar memilah informasi yang diperoleh dari semua platform telekomunikasi. Sehingga nantinya tidak gampang terhasut dan terprovokasi, yang dapat bermuara pada terganggunya keamanan dan kenyamanan masyarakat di Sulut.
“Saya menghimbau kita sekalian supaya tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang ada. Bila kita mendengar berita-berita yang muncul, baiknya dikroscek dulu. Kalau dalam bahasa agama kita sebut Tabayun. Supaya tidak gampang terpancing,” tambah Aba.
“Mari kita syukuri dan jaga kemerdekaan yang kita punya saat ini, jangan sampai ada permusuhan di daerah kita sendiri,” tandasnya.
Sampai berita ini dimuat, belum ada aksi demo yang terjadi di 15 kabupaten/kota di Sulut. Namun begitu, seluruh elemen pemerintahan dan TNI-Polri tetap bersiaga mengamankan situasi. (*)