komunikasulut.com – Tonggak kepemimpinan di Fakultas Hukum (FH) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado telah berganti.
Ini ditandai lewat selesainya Sidang Senat Tertutup yang mengagendakan pemilihan Dekan FH periode 2026-2030.
Dimana pada kesempatan itu Prof. Dr. Jacobus Ronald Mawuntu, S.H, M.Hum, keluar sebagai kandidat dengan perolehan suara terbanyak, yaitu 15 suara.
Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Prof. Ronald langsung tancap gas dengan menyiapkan program 100 hari kerja.
Salah satu gebrakan strategis yang menjadi prioritas utamanya adalah mendirikan program profesi Kenotariatan untuk menjawab tingginya kebutuhan praktisi hukum di wilayah Indonesia Timur.
“Kita juga ada rencana untuk mendirikan atau membuat program salah satu profesi, yaitu Kenotariatan,” ujar Prof. Mawuntu.
Ia menambahkan bahwa program ini dinilai sangat krusial bagi perkembangan wilayah sekitar.
“Saat ini, belum banyak perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia yang membuka program studi khusus Kenotariatan secara profesional,” lanjutnya.
Selain fokus pada program profesi baru, Ronald berkomitmen penuh untuk merombak mutu akademik di lingkungan kampus.
Prof. Mawuntu juga ingin memastikan bahwa setiap lulusan FH Unsrat tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi benar-benar memiliki daya saing tinggi di dunia kerja.
“Mahasiswa nantinya harus siap pakai, bukan cuma tamat tapi tidak bisa bekerja. Kita latih mereka untuk punya keahlian di bidang ilmu hukum,” ujarnya.
Di sisi internal kelembagaan, ia juga akan mendorong peningkatan jumlah guru besar (profesor) demi mendongkrak status akreditasi fakultas ke tingkat yang lebih tinggi. (*)






