komunikasulut.com – Sebanyak 21 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kotamobagu mengikuti kegiatan konseling rohani yang diberikan oleh penyuluh agama dari Kementerian Agama Kota Kotamobagu.
Kegiatan ini dilaksanakan di Gereja Paulus Rutan Kotamobagu dalam suasana yang penuh khidmat, tertib, dan penuh penghayatan, Kamis (26/3/2026).
Karutan Kotamobagu Aris Yuliyanta menjelaskan, konseling rohani ini bertujuan untuk memberikan penguatan iman, pembinaan mental spiritual, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup rukun dan damai, baik di dalam lingkungan rutan maupun dalam kehidupan bermasyarakat nantinya.
“Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, menunjukkan kesungguhan dalam mendalami nilai-nilai keagamaan yang disampaikan,”ujarnya.
Aris mengatakan, sementara itu penyuluh agama menyampaikan renungan berdasarkan firman Tuhan dalam Roma 12:18, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.” Melalui ayat ini, warga binaan diajak untuk memahami bahwa hidup damai adalah sebuah pilihan yang harus diupayakan secara pribadi, terlebih dalam keberagaman yang ada.
“Renungan singkat bertema “Hidup Dalam Damai di Tengah Perbedaan” menekankan pentingnya sikap saling menghormati, tidak memaksakan kehendak, serta menjunjung tinggi nilai toleransi sebagai wujud nyata dari iman. Dalam konteks kehidupan di dalam rutan yang penuh dengan latar belakang berbeda, pesan ini menjadi sangat relevan untuk diterapkan. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan para warga binaan mampu menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki sikap rendah hati, sabar, serta mampu menjadi pembawa damai di tengah lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan dalam membentuk karakter warga binaan yang religius dan berintegritas,”ungkapnya.
Peliput : Vicky Tegela






