Webinar P3S Hasilkan Nama-nama Kandidat Cawapres Puan Maharani

Pemaparan argumen dari Direktur P3S, Dr. Jerry Massie. (foto istimewa)

komunikasulut.com – Sosok Puan Maharani yang kian menguat untuk dicalonkan sebagai kandidat Presiden RI di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, menjadi sorotan lembaga Political and Public Policy Studies (P3S).

Lewat webinar yang digelar Rabu (28/9/2022), P3S menggandeng para pengamat politik dari beragam latar belakang dalam proses diskursus ini. Mereka terdiri dari Pakar Komunikasi Politik, Emrus Sihombing; Founder Lembaga Survei Kedaikopi, Hendri Satrio; dan Direktur P3S, Dr. Jerry Massie.

“Menurut pandangan saya, sejatinya pasangan Puan haruslah dari kalangan partai politik juga. Karena mereka memiliki basis politik, perjuangan dan pengalaman politik, serta identitas politik yang jelas untuk menjadi modal kompetisi kedepannya. Kalau bukan dari parpol, pasti bargaining positionnya akan lebih berat dalam menjalankan strategi politik,” buka Emrus Sihombing.

“Tanpa sokongan power politik dari wakil presiden, mereka pasti butuh effort lebih untuk berkomunikasi dengan partai-partai lain. Politik transaksional dengan calon-calon koalisi akan lebih banyak. Nama-nama yang menurut saya layak mendampingi Puan adalah Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, dan ketua-ketua partai lannya,” tambahnya.

Selain itu, Founder Lembaga Survei Kedaikopi menetapkan dua indikator unggul yang harus dimiliki calon wakil presiden di periode pertama Puan. “Pertama kekuatan elektoralnya harus kuat, kedua harus punya modal finansial yang mumpuni. Meskipun sayangnya, menurut saya premis dan hipotesa ini hanya dimiliki satu orang. Namanya Jusuf Kalla,” ungkap Hendri Satrio.

“Dari sekian banyak figur yang ada, belum ada yang punya dua modal ini secara komplit. Baik itu Ridwan Kamil, meskipun memiliki elektoral yang kuat di Jawa Barat, lalu Khofifah Parawansa, Edy Rahmayadi, atau Erick Tohir yang hanya unggul dari sisi finansial,” paparnya.

Adapun sosok yang dinilai Hendri mendekati dua kriteria itu adalah Sandiaga Uno. Berikut dasar hipotesanya.

“Yang hampir seperti Jusuf Kalla mungkin Sandiaga Uno. Dia punya kekuatan elektoral dari sisa-sisa Pilpres dan sangat mungkin punya kekuatan finansial selama menjadi menteri,” jelasnya.

Perspektif yang berbeda juga datang dari Direktur P3S. Kali ini Prabowo Subianto menjadi figur unggulan untuk disandingkan dengan Puan Maharani di Pemilu 2024. Barulah setelah itu diikuti tokoh-tokoh potensial lainnya.

“Dari sebelumnya juga saya sudah menyebutkan ini di beberapa media mainstream. Prabowo Subianto saya akan tempatkan di nomor satu, Anis Baswedan nomor dua, Agus Yudhoyono ketiga, Airlangga Hartarto keempat, Sandiaga Uno kelima, dan keenam ada Ridwan Kamil,” jabar Jerry Massie.

“Kenapa Prabowo di urutan pertama? Karena kita tahu bersama bahwa sebelumnya sudah ada perjanjian batu tulis di antara mereka. Silaturahmi dan sowan politik juga sering terlihat di beberapa momen. Dengan pola komunikasi politik seperti ini, kita bisa mengindikasikan peluang keduanya di masa mendatang,” tambahnya.

Namun begitu, Jerry tetap melihat kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa terjadi, dengan mempertimbangkan kedinamisan yang merupakan ciri khas politik. Apalagi Prabowo bukan satu-satunya pribadi yang pernah melakukan komunikasi politik dengan PDIP dan Puan secara langsung.

“Tapi tidak menutup kemungkinan, kedepannya terjadi skenario politik yang tidak diduga sebelumnya. Seperti Airlangga Hartarto yang tiba-tiba menyatakan diri mendukung Puan dan calon wakil presiden dari PDIP, juga Surya Paloh yang mengirim Anis Baswedan sebagai wakil Puan, atau dari Prabowo sendiri yang menyatakan diri mendampingi Puan,” ungkapnya.

“Nama-nama tadi kita jadikan saja barometer dan referensi di Pemilu 2024 mendatang. Tapi menurut saya, merekalah figur yang berpotensi menjadi calon wakil presidennya Puan,” tandas Direktur P3S itu.

Diketahui, sebelumnya P3S pernah menggelar webinar serupa pada 23 Juni 2022. Temanya kala itu berbunyi “Kupas Peluang Puan Maharani di Pilpres 2024.” Diskusi ini pun menjadi tindak lanjut dari itu.

Peliput: Rezky Kumaat