Launching Album Perdana, Berry Fun Rangsang Pertumbuhan Iklim Musik Manado

khaki-bee-173050.hostingersite.com – Iklim musik di Kota Manado kian bertumbuh di tahun yang baru.

Ini disebabkan oleh kehadiran Musisi Reggae bernama Berry Fun yang baru saja “mengguncang” skena permusikan Kota Tinutuan tersebut, dengan melaunching album perdana berjudul Manifesting, Minggu (8/2/2026).

Bertempat di Taman Hutan Kota (Urban Forest) Kawasan Megamas Manado, launching yang dibalut dengan perhelatan musik megah dengan rangkaian aksi lingkungan di dalamnya, dihadiri puluhan kalangan masyarakat pecinta musik. Mulai dari musisi, komunitas musik, pers, dan perwakilan Pemerinta Kota Manado.

Kepada awak media, Berry Fun turut mengelaborasi makna filosofis dari album tersebut.

“Manifesting ini punya arti mendalam, yaitu perjalanan spiritual dalam mewujudkan sesuatu ke dalam dunia. Berry Fun yang dulunya bukan siapa-siapa, sudah mengalami transformasi dan banyak proses sampai bisa menciptakan album ini,” urainya.

Album Manifesting yang mewadahi sembilan lagu orisinil Berry Fun, merepresentasikan pengalaman pripadi dan pesan-pesan kehidupan yang tercermin dari experiencenya sendiri, keluarga, dan teman-teman terdekatnya.

“Kalau teman-teman cermati, lagu-lagu di dalam album ini punya banyak pesan tersirat. Di antaranya tentang persahabatan, keluarga, hubungan dengan alam, hubungan dengan Tuhan, dan hubungan dengan pribadi saya sendiri,” kupas Berry.

“Saya harap para pendengar nantinya mampu terinspirasi untuk mencintai sesama, mencintai alam, dan bagaimana kita menjadi orang yang berguna di tempat paling terdekat dalam kehidupan kita, yaitu rumah,” lanjut Berry.

Sembilan lagu Berry Fun terdiri dari Brother, Having Fun, Home, Nikmati Hidup, Anak Rantau, Senja di Tepi Pantai, Bunaken, Break, dan Minggu.

Sebagai pemeran utama dalam perhelatan musik tersebut, Berry Fun ditemani tujuh band lokal yang membantunya mengklimakskan kemeriahan launching Manifesting. Di antaranya adalah The Flood Family, Still Crazy, Covenant, STB, Papa Marley, The Bothlers, dan Peluru Terakhir.

Ketujuh “local heroes” tersebut berasal dari latar belakang genre yang paripurna. Mulai dari Reggae, Punk, Rock, Metal, dan sebagainya.

Penampilan mereka berhasil “memecahkan” antusiasme puluhan masyarakat dan komunitas skena musik yang hadir. (*)

Pos terkait