komunikasulut.com – Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) tampak berbeda dari biasanya Selasa 8 September 2026, diikuti oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang antusias mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan. Kegiatan edukatif ini diinisiasi oleh peserta magang bekerja sama dengan tenaga kesehatan (nakes) Rutan guna meningkatkan kesadaran warga binaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan di dalam lingkungan rutan.
Materi utama yang disampaikan dalam penyuluhan tersebut berfokus pada pentingnya mengenali hipertensi sedini mungkin serta cara efektif mencegah berbagai komplikasi berbahaya yang dapat ditimbulkannya. Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala awal yang khas, sehingga pemahaman mengenai kondisi ini menjadi langkah krusial bagi para peserta.
Dua peserta magang berlatar belakang kesehatan, Sun Kalsum dan Dwi Pobela, tampil sebagai pemateri utama yang membawakan penjelasan mendalam terkait penyakit tersebut. Dalam pemaparannya, keduanya memaparkan secara rinci mengenai berbagai tanda-tanda hipertensi serta langkah-langkah praktis bagaimana cara mengontrol tekanan darah agar tetap berada di batas normal.
Pelaksanaan penyuluhan ini turut didampingi secara langsung oleh mentor Rurh Haloho selaku tenaga kesehatan Rutan yang memastikan seluruh informasi medis disampaikan secara tepat dan mudah dipahami oleh peserta. Kehadiran mentor memberikan rasa percaya diri bagi kedua peserta magang untuk menyampaikan materi secara interaktif dan komunikatif kepada para warga binaan.
Pihak Rutan berharap kegiatan penyuluhan ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi kesehatan fisik para WBP agar terhindar dari ancaman hipertensi yang sering dijuluki sebagai silent killer. Melalui pemahaman yang lebih baik, para warga binaan diharapkan semakin peduli terhadap kondisi tubuh masing-masing dan mampu menerapkan pola hidup sehat selama menjalani masa pembinaan.
Peliput : Vicky Tegela






