komunikasulut.com – Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Utara 2026 telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Senin (21/9/2026).
Ini ditetapkan dalam rapat Paripurna, yang digelar bersamaan dengan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2027, untuk dilanjutkan pada tahapan pembahasan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian dan penjelasan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus terkait Perubahan APBD 2026.
“Terkait Perubahan APBD 2026, ini merupakan wujud keselarasan dan akselerasi pembangunan berkelanjutan. Kita akan fokuskan alokasi anggarannya pada proram-program rakyat, seperti penanganan kondisi mendesak,untuk solidaritas kemanusiaan, dan efisiensi realokasi anggaran,” ujarnya.
“Postur anggaran ini masih dapat mengalami penyesuaian dari pemerintah pusat. Dimana kita masih menunggu penerbitan TKAD. Potensi perubahan anggara akan dilakukan dalam tahapan pembahasan,” tambah Gubernur.
Respon positif diberikan DPRD Sulut di akhir Paripurna. Dimana kelima fraksi partai di Gedung Cengkeh telah menyetujui dua Ranperda APBD tersebut.
“Terima kasih buat Gubernur Sulut yang sudah menyampaikan penjelasan terhadap Ranperda Perubahan APBD 2026,” ucap Ketua DPRD Sulut, dr. Fransiscus Andi Silangen, Sp.B, KBD, selaku pemimpin rapat.
“Dari lima fraksi DPRD Sulut yang sudah memberikan tanggapan, kita bisa menyimpulkan bahwa Ranperda Perubahan APBD 2026 telah disetujui untuk ditetapkan. Tentunya dengan mempertimbangkan dan disesuaikan dengan catatan yang disampaikan masing-masing perwakilan partai,” tambahnya.
Sejumlah catatan strategis yang disampaikan lima Fraksi Partai DPRD Sulut adalah sebagai berikut.
Dalam catatan yang dibacakan oleh legislator Angelia Regina Wenas, Fraksi Demokrat menyoroti sejumlah poin krusial agar alokasi anggaran benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
“Program prioritas tahun 2027 harus mampu menjawab kebutuhan langsung warga secara efektif. Pembahasan juga harus dilakukan dengan persiapan matang dan waktu yang cukup, tidak terburu-buru, demi menghasilkan keputusan yang tepat dan bermanfaat,” jelasnya.
Beralih ke Fraksi Partai Golkar, Pandangan umum yang dibacakan oleh Raski Mokodompit itu memuat beberapa poin penekanan bagi pemerintah provinsi. Salah satunya terkait strategi konkret pemerintah dalam menjaga kualitas serta pemerataan alokasi anggaran pendidikan di kabupaten/kota.
“Fraksi Golkar juga meminta kejelasan mengenai sisa kewajiban fiskal setelah pembayaran pokok utang sebesar Rp210 miliar yang dijadwalkan pada tahun 2027, sekaligus proyeksi keuangan daerah ke depan,” jelasnya.
Kemudian untuk Fraksi PDIP, Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana penyesuaian alokasi transfer ke daerah. Dimana ini disampaikan Berty Kapojos yang meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperhatikan perkembangan alokasi transfer yang akan menjadi salah satu komponen penting dalam penyusunan anggaran daerah.
“FPDIP berharap kepada pemerintah daerah, hasil sesuai pembahasan KUA-PPAS tahun 2027 yang masih berasumsi pada alokasi transfer ke daerah dan dana desa 2026, pihak eksekutif harus menyampaikan rencana alokasi sesuai dengan transfer ke daerah tahun 2027 untuk dibahas kembali bersama dengan DPRD,” tuturnya.
Selanjutnya dari Partai Nasdem yang disampaikan Nick Lomban, memaparkan apresiasi atas tata kelola pemerintahan serta sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perkembangan positif.
Fraksi Nasdem memberikan apresiasi yang tinggi dan penghargaan yang tulus kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut serta jajaran eksekutif atas performa tata kelola pemerintahan yang baik. Dimana kinerja makroekonomi Sulut yang pada triwulan II 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 5,42 persen,” ujar Nick.
Pemandangan umum Fraksi ditutup oleh Fraksi Gerindra, yang diwakili Gracia Oroh.
”Fraksi Partai Gerindra memandang bahwa Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 bukan sekadar proses penyesuaian angka-angka dalam struktur anggaran, tetapi merupakan momentum penting untuk memastikan bahwa seluruh kebijakan fiskal daerah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara,” tandasnya. (***/Adv)






