komunikasulut.com – Pernyataan Jurani Rurubua di sejumlah media berita dan media sosial yang menyinggung kinerja Staf Khusus Walikota Manado, mendapat sahutan dari Andrew Palit, Rabu (19/1/2022).
Andrew yang merupakan Staf Khusus Bidang Pemberdayaan Kooperasi dan UMKM, menilai ada narasi keliru yang disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.
“Matanya Ibu (Jurani, red) ada dimana selama ini, sehingga sembarangan menyebutkan bahwa Staf Khusus Walikota Manado baru bekerja pasca dilantik. Kalau tidak tahu soal mekanisme kerja Staf Khusus Walikota Manado, sebaiknya jangan asal bersuara,” jawab Andrew.
“Apalagi Staf Khusus Walikota Manado ada 45 orang dengan bidangnya masing-masing. Ini seperti menganggap semuanya sama sekali tidak bekerja,” tambahnya.
Andrew juga menepis anggapan bahwa Staf Khusus Walikota Manado baru bergerak saat ada kritikan dari Jurani, maupun saat ada situasi serupa.
“Prioritas kami adalah bekerja untuk Pemerintah Kota Manado dan masyarakat. Kami tidak perlu selalu mempublikasi aktivitas kami setiap kali turun lapangan. Beda dengan Ibu Jurani yang sering lalu-lalang di media,” ungkap Staf Khusus Milenial tersebut.
“Hasil kerja kami juga selalu dituangkan dalam laporan pertanggungjawaban setiap bulan kepada Pemerintah Kota Manado. Kami juga aktif berkolaborasi dengan dinas-dinas yang sesuai bidang para staf khusus. Silahkan cek disana. Jangan karena tidak terlihat, lalu dianggap tidak kerja,” tandas Andrew.
Sebelumnya, melalui akun media sosial pribadi bernamakan Miracle Gotze, Jurani menyebutkan bahwa Staf Khusus Walikota Manado seolah baru bekerja sejak dilantik pada 8 Oktober 2021. Ini dia sampaikan di sela-sela narasi kritikan kontroversialnya soal insentif rohaniawan di Manado.
“Namun, saya bersyukur, akhirnya para staf khusus mulai berbondong-bondong memberi penjelasan kepada media, terkait kebijakan strategis Walikota tersebut. Artinya, mereka bekerja pasca dilantik,” tulis Jurani kala itu. (Red)