Warga Manado yang Terdampak Cuaca Ekstrim, Segera Hubungi 112

Richard Sualang. (Ist)

KOMUNIKASULUT.COM – Hujan deras menerpa Kota Manado selama lebih dari tujuh jam, Minggu (16/5/2021). Sejak dimulai pukul 16.00 WITA, intensitasnya tidak terputus. Ini secara tidak langsung mengancam nyawa masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara memperkirakan, kondisi ini akan berlanjut sampai pukul 01.41 WITA dini hari. Ini berdasarkan laporan BMKG melalui website resminya di www.bmkg.go.id.

Situasi ini terus dimonitoring Andrei Angouw dan Richard Sualang, selaku Walikota dan Wakil Walikota Manado. Koordinasi antar jajaran Pemerintah Kota Manado sudah dilakukan. Mereka sementara menyisir wilayah rawan bencana dan titik-titik yang menjadi langganan banjir.

“Walikota sudah menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk memantau kondisi masyarakat di lapangan. Supaya nanti bisa segera melakukan tindakan jika ada sesuatu,” ujar Sualang kepada awak media.

Demi penanganan bencana yang cepat dan akurat, ia meminta warga untuk segera menghubungi Call Center Manado di 112 ketika terjadi hal urgent.

“Jangan ragu menelpon ke call center. Supaya bisa segera mendapatkan pertolongan jika memang ada sesuatu yang terjadi,” himbau Wakil Walikota Manado.

Sembari menunggu datangnya pertolongan, Sualang meminta masyarakat di daerah rawan bencana untuk terus terjaga. Jangan terlelap. Persiapkan langkah antisipatif di lingkungan masing-masing.

“Kondisi saat ini belum bisa dikatakan aman, karena hujan masih terus turun dari Tomohon maupun Minahasa Utara. Sehingga, kemungkinan air naik tinggi bisa terjadi. Untuk itu kami mengingatkan seluruh warga Manado agar terus waspada. Jangan sampai jadi korban banjir atau tanah longsor,” terangnya.

Adapun, sejumlah wilayah yang terimbas cuaca ekstrim sudah diamankan Pemkot Manado. Ini buah dari sigapnya koordinasi pemerintahan yang baru.

“Memang sudah ada wilayah yang tergenang air cukup tinggi, yakni Taas lingkungan I. Tetapi karena sumbatan sungai sudah diatasi oleh BPBD bersama dengan PUPR, air menjadi cepat turun dan jalan sudah bisa dilalui kendaraan bermotor,” ungkap Sualang. (**)

Pos terkait