Inggried Sondakh Segera Bawa Keluhan Warga Tateli ke Bupati Minahasa

Inggried Sondakh lagi mendengar keluh kesah konstituen.

KOMUNIKASULUT.COM – Inggried Sondakh melaksanakan reses ketiga di Jl. Pantai Buntong, Desa Tateli Satu, Kec. Mandolang, Kab. Minahasa, Prov. Sulawesi Utara, Minggu (11/4/2021).

Di kesempatan itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut berdiskusi dengan masyarakat. Utamanya soal masalah yang sedang marak di wilayah mereka.

Ini diutarakan Jemmy selaku salah satu perwakilan warga setempat. Ia menilai industri tambang yang ada di daerah mereka, sangat menganggu keberlangsungan sumber kehidupan masyarakat dan lingkungan alam sekitar.

“Sumber daya air di Tateli Raya sudah tercemar karena tambang batu disini. Bahaya jika air bersih disini sudah mau habis, karena masyarakat disini kan banyak,” bukanya kepada Inggried.

Ia membeberkan fakta, bahwa ada penambang ilegal yang beraktivitas di lokasi tambang. Tidak hanya mencemari lingkungan, mereka juga tidak mentaati aturan pemerintah.

“Apalagi kami dapat info, bahwa ada penambang-penambang yang tidak ada ijin disana,” tandas Jemmy.

Inggried sigap meresponi keluhan ini. Bersama tujuh anggota dewan di Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa-Tomohon, ia akan bertandang ke pemerintah kabupaten/kota yang bersangkutan.

Ini dalam rangka meminta solusi dan tindak lanjut, dari walikota/bupati yang bertanggung jawab di wilayah tersebut.

“Esok kami delapan anggota dewan di Daerah Pemilihan Minahasa dan Tomohon, akan melakukan menemui Walikota Tomohon dan Bupati Minahasa. Aspirasi ini akan kami sampaikan langsung kepada mereka,” tandas srikandi DPRD Sulut itu.

Reses menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya menjaga jarak, menggunakan masker dan hand sanitazer.

Esok merupakan sesi terakhir dari Reses Masa Sidang 1 DPRD Sulut, dari Inggried dan kawan-kawan. Giat ini dimulai sejak 5 April 2021.

Peliput: Rezky Kumaat

Pos terkait